Umbul Cokro Salah Satu Tempat Wisata Di Klaten yang Terkenal

Dekade lantas, Klaten hanya satu kota yang diketahui jadi kota lintas antara Yogyakarta serta Solo. Tidak beberapa orang tahu bila diberi pertanyaan apa yang menjadi wisata unggulannya. Tetapi sekarang, Klaten sudah banyak beralih. Namanya populer karena desa-desa yang mengoptimalkan kekuatan alamnya jadi tujuan wisata favorit.

Satu dari tujuan favorit itu ialah Umbul Ingas Cokro Tulung atau sering dinamai “Umbul Cokro” saja. Sesuai dengan namanya (Umbul = mata air), Umbul Cokro menyuguhkan wisata pemandian alami yang airnya demikian jernih. Mata air itu belum pernah kering, dia menyalurkan air lewat satu kanal pendek sebelum nanti mengalir ke sungai yang semakin besar. Nah, di kanal berikut kita dapat nikmati sensasi jernih airnya yang beri kesegaran.

Tidak susah temukan Umbul Cokro, ditambah lagi di masa saat ini yang telah ada Google Maps. Dari Yogyakarta kita bisa tempuh perjalanan kurang dari dua jam mengarah timur lewat jalan raya Yogya-Solo. Setibanya di Kota Klaten, kita ambil jalan yang lebih kecil yang ke arah Kecamatan Tulung.

Dari penampakan luarnya, Umbul Cokro terlihat biasa saja. Terlihat tidak ada istimewanya dengan tempat wisata yang lain. Berjalan kaki dari loket masuk, kita akan menemui satu sungai besar yang airnya berwarna kehijauan. Tetapi, bukan ini yang menjadi arah intinya. Berjalan sedikit , kita akan diterima satu sungai pendek yang karena sangat jernih airnya, kita bisa lihat fundamen sungainya. Ada juga ikan-ikan kecil yang bergerak gesit di dalamnya.

Konon tuturnya, kehadiran Umbul Cokro disebut sudah ada semenjak waktu pemerintahan Pakubuwana IX dari Keraton Surakarta. Nama Umbul Ingas Cokro sendiri diambil sebab sumber mata air yang ada dari antar pohon-pohon Ingas yang berada di dekat umbul.

Jernihnya air seakan menyihir beberapa pengunjung untuk selekasnya membasahi diri. Tetapi, umumnya niatan ini menciut saat kita mencelupkan jari ke airnya. Brrr. Dingin!

Tetapi, dingin itu akan pupus serta tergantikan kesegaran bila kita berani masuk ke sungai. Tidak butuh cemas terbenam, sebab ketinggian airnya cuma sedada orang dewasa. Atau, bila ingin nikmati air lebih enjoy, kita dapat sewa ban atau pelampung. Harga dapat dijangkau, ada yang 5 ribu sampai 15 ribu, bergantung ukurannya.

Bila telah nyemplung, upayakan terus bergerak bila tidak mau merasakan dingin. Serta, bila badan telah berasa kedinginan, kita dapat naik ke atas serta nikmati bermacam makanan, dari mulai gorengan, pecel, sampai ayam bakar yang di jual oleh masyarakat di seputar.

Tidak hanya Umbul Cokro, Kabupaten Klaten sebenarnya memiliki tujuan wisata tirta yang lain. Diantaranya yang terpopuler ialah Umbul Ponggok. Dulu Umbul Ponggok hanya satu kolam air biasa. Tetapi sesudah masyarakat desa pundak membahu menyulapnya jadi tujuan jagoan, nama Umbul Ponggok juga melesat. Dari permukaannya, dia terlihat hanya seperti kolam biasa. Tetapi waktu kita menyelam ke airnya, kita seakan lihat keindahan Taman Laut Bunaken tetapi versus air tawar.

Atau, ada juga Umbul Sigedang, yang mata airnya dipakai oleh salah satunya mereka air minum terpenting di Indonesia. Tetapi, lepas dari jumlahnya umbul yang sekarang jadi tempat wisata di Klaten, satu hal yang pantas dapat acungan jempol ialah bagaimanakah cara masyarakat desa mengelolanya. Mereka membanderol biaya ticket yang dapat dijangkau, hingga object wisata ini bisa di nikmati oleh semua susunan warga. Walau demikian, mereka juga masih jaga kebersihan serta sarana yang ada, dari mulai fasilitas parkir, sampai kamar mandi serta kamar ubah yang dijaga kebersihannya.

Jadi, saat ini bila sedang melalui Kota Klaten, janganlah lupa luangkan diri untuk bertandang sesaat ke tempat wisata di klaten yaitu Umbul Cokro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *